Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional Lengkap Dengan Kuis - Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional
1.
Petunjuk dan
Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional
Bapak Ibu telah memahami pentingnya penerapan Asesmen Nasional terkait
perbaikan mutu pendidikan. Lalu, bagaimana teknis pelaksanaan Asesmen
Nasional?
Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari penjelasan tentang petunjuk dan
teknis pelaksanaan Asesmen Nasional. Silakan Anda cermati infografik berikut
ini.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Anda telah melihat perbedaan teknis
pelaksanaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional? Teknis pelaksanaan mana
yang menurut Anda paling mendasar? Menurut Anda, mengapa perubahan tersebut
diperlukan dalam Asesmen Nasional?
2.
Kriteria
Peserta Pelaksana Asesmen Nasional
Pada topik sebelumnya, telah dibahas tentang perbedaan AN dan UN. Kali ini, kita akan mengidentifikasi dimana letak perbedaanya.
Apakah perbedaannya ada di
dalam teknis penyelenggaraan atau dalam pelaksanaannya? Mari, kita mencermati
dan menyimak infografis ini.
Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar
dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di
tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta
didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk
program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik
yang berada pada tahap akhir tingkat 2, tingkat 4 dan tingkat 6 program
kesetaraan.
Mengapa
Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian siswa?
Hal ini
terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak
digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi siswa sebagai seorang
individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu siswa menjadi kewenangan
pendidik. Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem.
Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan
sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua siswa perlu
menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari
sampel yang mewakili populasi siswa di setiap sekolah pada jenjang kelas yang
menjadi target dari Asesmen Nasional.
Mengapa
yang menjadi sampel adalah siswa kelas V, VIII dan XI?
Hasil
Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.
Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar siswa yang menjadi
peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka
masih berada di sekolah tersebut. Selain itu, Asesmen Nasional juga digunakan
untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya,
sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang
diukur dalam Asesmen Nasional.
Perlu
diketahui, selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh semua
guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta
didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap
tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan.
Sementara Asesmen Kompetensi Minimum untuk pendidikan kesetaraan berfungsi
sebagai ujian kesetaraan.
3. Merumuskan Butir Soal Asesmen Nasional
Pada aktivitas sebelumnya, Anda sudah mempelajari bagaimana teknis
pelaksanaan Asesmen Nasional. Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari secara
khusus, bagaimana butir-butir soal yang akan diberikan dalam Asesmen Nasional,
khususnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM merupakan bagian dari Asesmen
Nasional yang mencakup asesmen kompetensi mendasar, yaitu literasi membaca dan
asesmen kompetensi numerasi.
Bentuk soal Asesmen Nasional AKM,
terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat
dan uraian.
1.
Pilihan
ganda, siswa hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal.
2.
Pilihan
ganda kompleks, siswa dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu
3.
Menjodohkan,
siswa menjawab dengan dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik
lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya.
4.
Isian
singkat, siswa dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama
benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya.
5.
Uraian,
siswa menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya.
Murid kelas V akan mengerjakan 30 butir
soal untuk mengukur kompetensi literasi membaca dan 30 butir soal untuk
mengukur kompetensi numerasi. Sedangkan siswa kelas VIII dan XI akan
mengerjakan 36 butir soal untuk mengukur kompetensi literasi membaca dan 36
butir soal untuk mengukur kompetensi numerasi.
AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga
setiap siswa akan menempuh soal yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa itu
sendiri. AKM mengukur kompetensi mendasar yang perlu dipelajari semua siswa
tanpa membedakan peminatannya. Oleh karena itu seluruh siswa akan mendapat soal
yang mengukur kompetensi yang sama. Keunikan konteks beragam materi kurikulum
lintas mata pelajaran dan peminatan tercermin dalam ragam stimulus soal-soal
AKM.
AKM disusun
berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi
hasil belajar yang bersifat kontinum. Pusat Asesmen dan Pembelajaran
Kemdikbud menyediakan contoh soal AKM pada laman: https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm
4.
Kuis Teknis
Pelaksanan Asesmen Nasional
1. Bentuk soal AN adalah pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, uraian dan menjodohkan.
Benar
Salah
2. Bentuk soal dalam Asesmen Kompetensi Minimum merupakan bentuk soal yang tidak dapat diselesaikan dengan mengandalkan hafalan.
Benar
Salah
3. Pelaksanaan Asesmen Nasional terdiri dari tes literasi dan tes numerasi.
Benar
Salah
4. AKM dilaksanakan secara adaptif artinya siswa bebas memilih topik dan tingkat kesulitan soal.
Benar
Salah
5. Kepala sekolah dan guru juga akan mengikuti Asesmen Nasional.
Benar
Salah
6. Asesmen Nasional tidak dilakukan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini.
Benar
Salah
7. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi siswa sebagai seorang individu.
Benar
Salah
8. Asesmen Kompetensi Minimum diberikan pada siswa ditengah jenjang pendidikan bukan di akhir. Dengan demikian siswa masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian kompetensinya.
Benar
Salah
9. Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mata pelajaran dan peminatan tercermin dalam ragam stimulus soal-soal AKM.
Benar
Salah
10. Asesmen Kompetensi Minimum disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi.
Benar
Salah
Sumber:







0 Response to "Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional Lengkap Dengan Kuis - Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)"
Posting Komentar