Contoh Soal dan Pembahasan Asesmen Numerasi Tingkat SMA/SMK
Contoh Soal dan Pembahasan Asesmen Numerasi
Tingkat SMA/SMK
1. Konsep
Numerasi
Numerasi
termasuk dalam kompetensi yang paling mendasar yang ingin dievaluasi dalam
Asesmen Kompetensi Minimum. Sebelum membahas lebih jauh mengenai asesmen
numerasi dalam AKM, Bapak dan Ibu perlu meninjau kembali apa yang dimaksud
dengan numerasi.
Numerasi
merupakan suatu kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, perilaku,
dan disposisi yang dibutuhkan siswa untuk menggunakan matematika dalam cakupan
dan situasi yang lebih luas. Numerasi menuntut siswa untuk mengenali dan
memahami peran matematika di dunia, memiliki disposisi dan kapasitas untuk
menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah
dalam kehidupan nyata.
Secara
umum kompetensi numerasi ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bernalar,
mengambil keputusan yang tepat, dan memecahkan masalah. Kemampuan ini dalam
penerapannya terkait dengan mata pelajaran lain yang siswa pelajari.
2. Mengenal
Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi
Pada topik sebelumnya, Bapak dan Ibu telah
mempelajari Butir Soal Asesmen Literasi pada Setiap Jenjang. Pada topik ini
Bapak dan Ibu guru akan mempelajari lebih jauh mengenai Asesmen Numerasi yang
berlaku untuk Asesmen Kompetensi Minimum yang akan diberikan pada siswa. Dalam
penilaiannya asesmen literasi membaca tidak hanya mengukur topik atau konten
tertentu tetapi berbagai konten, berbagai konteks dan pada beberapa tingkat
proses kognitif.
Pada Numerasi, konten dibedakan menjadi empat
kelompok, yaitu: Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian,
serta Aljabar. Kemudian, tingkat proses kognitif menunjukkan proses
berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau
soal. Pada Numerasi, ketiga level tersebut adalah pemahaman, penerapan, dan
penalaran. Sedangkan konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi
untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu
personal, sosial budaya, dan saintifik.
Untuk mempermudah Bapak dan Ibu memahami penilaian asesmen literasi membaca
silakan cek infografis berikut:
3. Menganalisis
Tahap Asesmen Numerasi Tingkat SMA
Pada aktivitas sebelumnya Bapak dan Ibu telah
belajar menganalisis tahap asesmen numerasi tingkat SMA. Pada topik ini, Bapak
dan Ibu akan mengenal contoh-contoh butir asesmen numerasi tingkat SMA.
Pada tingkat SMA terdapat 1 level
pembelajaran. Pada level pembelajarannya terdapat 3 konten yang dipelajari
yakni, geometri dan pengukuran, aljabar, serta data dan ketidakpastian.
Pada level pembelajaran 1 untuk kelas 10,
siswa akan belajar geometri dengan memahami dan menggunakan perbandingan
trigonometri serta ,menghitung volume dan luas permukaan. Selain itu siswa juga
akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi bilangan,
termasuk pola bilangan. Dan akan mempelajari data dan representasi juga
ketidakpastian dan peluang.
4. Contoh
Butir Asesmen Numerasi Tingkat SMA
Pada aktivitas sebelumnya,
Bapak dan Ibu telah belajar menganalisis tahap asesmen numerasi pada tingkat
SMA. Pada topik ini, Bapak dan Ibu akan mengenal contoh-contoh butir asesmen
numerasi tingkat SMA.
Level Pembelajaran 1 Numerasi
Kelas 10
Kompetensi: Memahami dan menggunakan perbandingan trigonometri
1) Badan
Geologi, Kementerian ESDM dan Mitigasi Bencana Geologi Sumatera Utara sedang
mengamati ketinggian letusan awan panas gunung Sinabung pada hari
tersebut. Puncak gunung terlihat pada sudut elevasi 30° sedangkan puncak
letusan awan panas terlihat pada sudut elevasi 60°.
Diketahui tinggi
gunung Sinabung adalah 2.460 meter dan terjadi kesalahan dalam mengukur sudut
elevasi. Besar sudut elevasi untuk melihat tinggi erupsi seharusnya adalah 50o.
Akibat kesalahan ini, maka tinggi erupsi gunung sebenarnya lebih tinggi atau
rendahkah bila dibandingkan dengan tinggi erupsi yang didapatkan dari sudut
elevasi semula? Beri alasannya!
Jawaban:
30
derajat dengan tinggi 2460 meter, yang seharusnya adalah 50 derajat. Besar
sudut sebanding dengan tinggi dengan aturan trigonometri — x = t / sin y dengan
x jarak pengamat dengan kaki gunung.
Kompetensi: Menghitung volume dan luas permukaan limas segi-n, kerucut, dan
bola.
HEMAT AIR BUAT
KEHIDUPAN MASA DEPAN
2) Air adalah sumber daya alam yang sangat
penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebagai manusia yang akan selalu
menggantungkan diri pada air kita memang sudah seharusnya untuk menjaganya.
Meskipun air ini adalah sumber daya yang terbarukan, namun untuk air bersih
ternyata sumber daya ini tidak bisa diperbarui. Keberadaan air bersih yang
terus menyusut tiap tahunnya ini akhirnya harus membuat kita ekstra waspada
akan stok atau persediaannya. Untuk menjaga stok atau persediaan air bersih ini
dengan baik Anda mau tak mau memang harus melakukan penghematan.
Perhatikan gambar berikut!
Ani akan membuat nasi tumpeng
yang dikukus dengan menggunakan tempat berbentuk kerucut seperti pada gambar.
Campuran air untuk mengukus berasnya adalah 1 : 1 artinya 1 liter beras
dicampur 1 liter air. Jika air yang digunakan untuk membuat tumpeng senilai
dengan air hasil penghematan jika Ani mematikan keran air saat gosok gigi
selama 4 hari, maka banyak maksimal nasi tumpeng yang dapat dibuat adalah .… (![]()
3,14 )
|
A |
2 buah |
|
B |
3 buah |
|
C |
5 buah |
|
D |
10 buah |
|
E |
12 buah |
Kompetensi: Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, sistem
persamaan linear dua atau tiga variabel
3. Bu Siti mendapat tugas dari sekolah untuk
menyiapkan paket hadiah untuk siswanya yang berprestasi di sekolahnya. Bu Siti
ingin membeli alat-alat tulis sebagai hadiahnya. Alat-alat tulis yang ingin
dibeli berupa buku tulis, bolpoin, dan penghapus. Pada setiap pembelian alat
tulis, pembeli dikenakan pajak sebesar 10%. Berkaitan dengan tugas tersebut, bu
Siti melihat beberapa paket alat tulis yang dijual di toko Rejeki dan toko
Makmur seperti pada gambar berikut.
Berdasarkan harga tiap paket
yang tersedia di toko Rejeki dan toko Makmur carilah masing-masing harga dari
setiap alat tulis baik penghapus, buku tulis maupun bolpoin, bu Siti menarik
kesimpulan bahwa …
|
A |
Harga sebuah buku tulis di toko Rejeki lebih
mahal dari toko Makmur. |
|
B |
Harga sebuah buku tulis di toko Rejeki lebih
murah dari toko Makmur. |
|
C |
Harga sebuah penghapus di toko Rejeki sama
dengan di toko Makmur. |
|
D |
Harga sebuah penghapus di toko Rejeki lebih
murah dari toko Makmur. |
|
E |
Harga sebuah bolpoin di toko Rejeki lebih
murah dari toko Makmur. |
Kompetensi: Memahami barisan Aritmetika dan geometri
4. Anita, seorang seniman muda dari Sumatera berencana membuat pameran tunggal untuk menunjukkan rancangan karyanya yang disusun dari tumpukan bola-bola tanah. Bola-bola tersebut dibuat dari campuran tanah liat dan recycle sampah yang dapat didaur ulang. Polanya seperti gambar berikut.
Untuk memenuhi ruangan yang
disediakan, Anita akan membuat 10 susunan bola tersebut. Berapakah banyak bola
tanah yang harus disediakan? (Asumsi ada penambahan 10% bola tanah untuk
persediaan/penggantian bola tanah yang rusak selama masa pameran di setiap
susunan bola)
|
A |
285 bola tanah. |
|
B |
300 bola tanah. |
|
C |
314 bola tanah. |
|
D |
320 bola tanah. |
|
E |
350 bola tanah. |
Kompetensi: Memahami fungsi kuadrat dan grafiknya, serta sifat-sifatnya
5.
Sistem penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia terbagi menjadi jaringan
tetap (kabel dan nirkabel) dan jaringan bergerak (selular). Dalam
perkembangannya, telah terjadi pergeseran pada sektor telekomunikasi di
Indonesia. Awalnya masyarakat Indonesia menggunakan jaringan telekomunikasi
yang berbasis pada kabel. Namun mobilitas yang tinggi serta kebutuhan akan
akses informasi yang cepat dan akurat telah menggeser pilihan moda
telekomunikasi yang digunakan masyarakat Indonesia. Dari tahun 2000 sampai 2007,
banyak pengguna telepon seluler f(x) (dalam juta) dapat
dimodelkan oleh persamaan f(x) = 1,3x2 + 1,6x + 3,7
dengan x = 0 merepresentasikan tahun 2000. Grafik
berikut menunjukkan pertumbuhan pengguna telepon seluler, nirkabel dan kabel di
Indonesia (dalam pembulatan puluhan juta terdekat).
Banyak pengguna telepon seluler di Indonesia
akan mencapai angka 78,6 juta pada tahun ….
|
A |
2006 |
|
B |
2007 |
|
C |
2008 |
|
D |
2009 |
|
E |
2010 |
Kompetensi
yang diukur: Menentukan dan menggunakan ukuran penyebaran data (jangkauan,
simpangan, dan variansi).
EMAS = INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN?
6. Investasi adalah penanaman modal untuk satu
atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan
harapan mendapatkan return di masa yang akan datang. Keputusan penanaman modal
tersebut dapat dilakukan oleh individu atau suatu entitas yang mempunyai
kelebihan dana. Investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu return dan
risiko.
Berikut ini disajikan grafik harga emas ANTAM
pada bulan Mei 2019.
Berdasarkan grafik harga emas di atas,
tentukan kebenaran pernyataan berikut!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Harga emas selalu meningkat dalam bulan
Mei 2019. |
√ |
|
|
Pada akhir bulan Mei 2019, harga emas
lebih tinggi bila dibandingkan pada awal bulan Mei 2019. |
√ |
|
|
Laju kenaikan harga emas mulai tanggal 28
Mei hingga 31 Mei adalah positif. |
√ |
|
|
Laju kenaikan harga emas mulai tanggal 28
Mei hingga 31 Mei adalah yang tertinggi selama bulan Mei 2019. |
√ |
Kompetensi: Memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian.
PRAKIRAAN CUACA DAN APLIKASINYA
7. Andi merupakan seorang siswa SMA yang
tinggal di daerah Jakarta Barat dan bersekolah di daerah Jakarta Selatan. Untuk
berjaga-jaga sebelum pergi ke sekolah, ia mengunduh data prakiraan cuaca dari
BMKG untuk daerah Jakarta berikut ini.
Berdasarkan data historis yang dikumpulkan
Andi selama ini, maka 90% prakiraan cuaca yang diberikan oleh BMKG sesuai
dengan kondisi yang sebenarnya terjadi kemudian.
Pada hari itu Andi tidak membawa payung, dan
karena jarak rumah dan sekolahnya cukup jauh, Andi tidak pernah menunggu hujan
reda agar cepat sampai di rumah. Bila ia pergi ke sekolah pada dini hari dan
pulang pada siang hari, maka peluang Andi basah terkena air hujan pada saat
perjalanan pergi atau pulang sekolah adalah …
|
A |
7% |
|
B |
19% |
|
C |
81% |
|
D |
93% |
|
E |
99% |
1. 5. Latihan
Membuat Soal Asesmen Numerasi Tingkat SMA
Dari penjelasan pada aktivitas-aktivitas
sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa butir-butir soal asesmen numerasi AKM
melibatkan proses penalaran yang tidak dapat dipersiapkan melalui program
bimbingan belajar intensif yang berfokus pada latihan-latihan soal saja. Proses
penalaran siswa justru perlu lebih banyak dikembangkan dan dipupuk melalui
strategi pembelajaran di kelas.
Anda telah mengenali level-level perkembangan
kompetensi numerasi siswa SMA. Pada aktivitas ini, Bapak dan Ibu akan berlatih
membuat butir soal numerasi yang akan membantu siswa Anda untuk berlatih
menggunakan kompetensi numerasi untuk bernalar dalam pembelajaran di kelas.
Bagaimana langkahnya? Mari kita berlatih.
1. Pertama, pahami kompetensi numerasi siswa yang
Anda ampu. Dari situ Anda dapat memilih kasus yang sesuai. Misalnya, dari kedua
gambar berikut ini manakah yang paling sesuai dengan level yang anda ampu,
Apakah gambar 1, atau gambar 2? Jelaskan.
2. Kedua, setelah memilih kasus sesuai dengan
level kompetensi siswa yang Anda ampu, pilihlah salah satu kompetensi yang
ingin Anda kembangkan dan evaluasi.
3. Ketiga, dari kompetensi numerasi tersebut,
cobalah membuat 3 buah soal dengan bentuk yang berbeda-beda berdasarkan gambar
yang Anda pilih tadi.
Pertanyaan-pertanyaan yang dikembangkan atas
dasar kompetensi, bukan hafalan materi semata, memberikan kesempatan pada siswa
untuk terus mengembangkan kemampuan dasar numerasinya dalam penalaran.
Sumber:
https://gurubelajar-akm.simpkb.id/courses/bimtek-guru-belajar-seri-asesmen-kompetensi-minimum-jenjang-pendidikan-atas-5/?ticket=ST-0511725039bc32a0a-CAS5193357











0 Response to "Contoh Soal dan Pembahasan Asesmen Numerasi Tingkat SMA/SMK"
Posting Komentar